Biasanya manusia membagi dua jenis aktivitasnya. Secara garis besar apapun yang dilakukan manusia dapat dibedakan menjadi 2 perkara. Yang pertama adalah aktivitas dan perbuatan manusia yang dilakukannya untuk mencapai kejayaan dunia, perbuatan ini bersifat duniawi. Sedangkan yang kedua adalah aktivitas dan perbuatan manusia yang dilakukannya untuk mencapai kehidupan yang mapan diakhirat atau bersifat ukrawi. Aktivitas yang kedua ini lebih dikenal dengan nama ibadah. Ibadah merupakan aktivitas manusia dalam rangka melakukan tugasnya sebagai ciptaan Tuhan dan melakukan pengabdian sebagai rasa syukur atas karunia yang diterimanya. Walau secara garis besar aktivitas manusia dapat dibedakan menjadi aktivitas duniawi dan ukrawi namun sebenarnya tidak dapat dipisahkan mana aktivitas ukrawi dan mana aktivitas duniawi.
Terjadinya pemisahan tersebut dikarenakan gagalnya aktivitas manusia naik menjadi aktivitas ukrawi. Ada kekeliruan yang sering terjadi ketika manusia mengartikan kata duniawi. Manusia mengatakan apapun yang bukan merupakan aktivitas ibadah merupakan aktivitas duniawi. Memang benar apapun yang dilakukan manusia yang bukan merupakan ibadah adalah perbuatan duniawi, namun adakah dari aktivitas manusia yang bukan dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah yang tentunya bersifat ukrawi. Jika ada satu saja dari aktivitas kita yang bukan merupakan perbuatan ukrawi maka kita harus mempertanyakan keislaman kita. Semua aktivitas manusia akan selalu bernilai ukrawi, semua yang dilakukannya akan bernilai akhirat. Hanya saja dalam melakukan aktivitas tersebut manusia gagal meningkatkan kualitas perbuatan tersebut menjadi aktivitas ukrawi. Manusia gagal menjadikan aktivitas tersebut bernilai ilahiyah. Atau sama sekali tidak ada usahanya untuk menjadikan aktivitas tersebut sebagai aktivitas ilahiyah. Aktivitas duniawi adalah aktivitas manusia yang tidak memiliki sisi keilahiyaan dari perbuatan.
Hilangnya sisi keilahiyaan perbuatan manusia dikarenakan niat manusia dalam melakukan perbuatan tersebut tidak untuk mencapai keridhaan Allah semata. Perbuatan apapun baik itu belajar, berdagang, mengajar, belanja dan semua perbuatan manusia lainnya apabila tidak didasarkan pada niat karena Allah akan besifat keduniaan semata. Dan apabila perbuatan tersebut diniatkan untuk mencapai keridhaan Allah maka ia akan menjadi aktivitas ketuhanan yang bernilai ibadah dan ukrawi. Sebaliknya walaupun itu ibadah apabila dilakukan bukan untuk mendapatkan keridhaan Allah tapi untuk mendapatkan sanjungan atau berbangga diri maka ia tidak akan bernilai ibadah atau ilahiyah. Oleh sebab itu kriteria untuk mengetahui apakah suatu perbuatan adalah perbuatan ukrawi atau duniawi dapat dilakukan dengan mengetahui niat yang mendahului perbuatan tersebut dan bukan pada jenis perbuatan itu sendiri.
Berhati-hatilah kita dalam meniatkan setiap perbuatan yang kita lakukan, apabila niat dihati kita telah salah walaupun itu merupakan perbuatan baik dan ibadah kepada Allah, ibadah tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa bagi kita. Inilah yang dikatakan dengan perbuatan yang sia-sia. Auzubillahiminzalik. Ya Allah aku berlindung dari ketidak lurusan niatku dalam setiap aktivitas kecuali hanya karena keridhaan Mu semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar