Mengenai Saya

Foto saya
saya adalah Ardat Ahmad, seorang pelajar kehidupan. Asal daerah dari Batubara Sumatera Utara sekarang menetap di Medan.Menikah dengan Saidatul Fadilah. Dari pernikahan tersebut kami dikaruniai empat orang anak laki-laki dan perempuan yang kemudian diberi nama Muhammad Taqie Mahdi, Murtadha Alief Ahmad, Muhammad Abizar Mashuri dan Nur Alifah Farhani. email ardat_ahmad@yahoo.co.id.

Labell

Selasa, 18 Oktober 2011

OPTIMISME

Pembahasan optimis ini saya mulai dari penggalan ayat Al-Qur’an berikut ini
¨bÎ*sù yìtB ÎŽô£ãèø9$# #·Žô£ç ÇÎÈ   ¨bÎ) yìtB ÎŽô£ãèø9$# #ZŽô£ç ÇÏÈ   #sŒÎ*sù |Møîtsù ó=|ÁR$$sù ÇÐÈ   4n<Î)ur y7În/u =xîö$$sù ÇÑÈ  
5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang    lain
8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Ayat tersebut menjelaskan pada kita bahwa sesudah kesulitan tersebut akan datang kemudahan, kemudian Allah juga mengatakan bahwa sesudah kesulitan datanglah kemudahan. Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap ada satu kesulitan akan diiringi dengan datangnya dua (2) kemudahan. Setiap ada satu kebuntuan jalan, akan ada dua jalan yang membentang luas. Dalam setiap problem ada dua peluang. Setiap satu kesempitan akan ada dua kelapangan. Mengenai hal ini Umar bin Khatab mengatakan “tidak akan mungkin satu mengalahkan dua” oleh sebab itu pastilah kemudahan dan kebahagiaan akan memenangkan pertarungan dalam kehidupan. Tetapi didalam ayat ke 7 dan 8 nya Allah menegaskan, hendaknyalah kamu bersungguh-sungguh dan hendaknyalah kepada Allah sajalah kamu berharap.
Oleh sebab itu seorang muslim akan selalu bersikap optimisme, tetapi optimisme tersebut merupakan optimisme yang berdasar. Optimisme dengan dasar bahwa Allah akan memberikan kemudahan padanya pada setiap situasi. Optimisme yang berdasarkan bahwa pertolongan Allah akan datang menghampirinya. Ketika mengalami kelamnya malam, janganlah kita berfikir bahwa fajar tidak akan terbit lagi, karena esok pagi fajar akan terbit dengan sinar pelangi yang menerangi setiap sesuatu. Namun jangan pula kita mengharapkan terbitnya fajar pada saat kelamnya malam, karena hal tersebut merupakan angan-angan bolong yang berasal dari bisikan setan. Hal ini berarti bahwa seseorang yang telah kehilangan optimisme berarti dia telah kehilangan dalam dirinya wujud Allah. Dia telah beranggapan bahwa Allah tidak mampu melakukan apa yang dia harapkan. Oleh sebab itu optimisme harus selalu menyertai kehidupan kita.
Optimisme adalah  berkeyakinan kesudahan adalah hasil yang baik. Ketika kita memandang mawar jangan arahkan pandangan pada durinya. Ketika berjumpa dengan seseorang jangan bayangkan bahwa perpisahan adalah akhirnya. Optimisme adalah berusaha dan berserah diri kepada Allah. Optimisme dengan harapan akan datangnya bantuan Allah bagi mereka yang berusaha. Oleh sebab itu Al-Qur’an mengatakan “ hendaknya pada tuhanmu kamu berharap”

NIAT DALAM HIDUP MANUSIA


Biasanya manusia membagi dua jenis aktivitasnya. Secara garis besar apapun yang dilakukan manusia dapat dibedakan menjadi 2 perkara. Yang pertama adalah aktivitas dan perbuatan manusia yang dilakukannya untuk mencapai kejayaan dunia, perbuatan ini bersifat duniawi. Sedangkan yang kedua adalah aktivitas dan perbuatan manusia yang dilakukannya untuk mencapai kehidupan yang mapan diakhirat atau bersifat ukrawi. Aktivitas yang kedua ini lebih dikenal dengan nama ibadah. Ibadah merupakan aktivitas manusia dalam rangka melakukan tugasnya sebagai ciptaan Tuhan dan melakukan pengabdian sebagai rasa syukur atas karunia yang diterimanya. Walau secara garis besar aktivitas manusia dapat dibedakan menjadi aktivitas duniawi dan ukrawi namun sebenarnya tidak dapat dipisahkan mana aktivitas ukrawi dan mana aktivitas duniawi.
Terjadinya pemisahan tersebut dikarenakan gagalnya aktivitas manusia naik menjadi aktivitas ukrawi. Ada kekeliruan yang sering terjadi ketika manusia mengartikan kata duniawi. Manusia mengatakan apapun yang bukan merupakan aktivitas ibadah merupakan aktivitas duniawi. Memang benar apapun yang dilakukan manusia yang bukan merupakan ibadah adalah perbuatan duniawi, namun adakah dari aktivitas manusia yang bukan dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah yang tentunya bersifat ukrawi. Jika ada satu saja dari aktivitas kita yang bukan merupakan perbuatan ukrawi maka kita harus mempertanyakan keislaman kita. Semua aktivitas manusia akan selalu bernilai ukrawi, semua yang dilakukannya akan bernilai akhirat. Hanya saja dalam melakukan aktivitas tersebut manusia gagal meningkatkan kualitas perbuatan tersebut menjadi aktivitas ukrawi. Manusia gagal menjadikan aktivitas tersebut bernilai ilahiyah. Atau sama sekali tidak ada usahanya untuk menjadikan aktivitas tersebut sebagai aktivitas ilahiyah. Aktivitas duniawi adalah aktivitas manusia yang tidak memiliki sisi keilahiyaan dari perbuatan.
Hilangnya sisi keilahiyaan perbuatan manusia dikarenakan niat manusia dalam melakukan perbuatan tersebut tidak untuk mencapai keridhaan Allah semata. Perbuatan apapun baik itu belajar, berdagang, mengajar, belanja dan semua perbuatan manusia lainnya apabila tidak didasarkan pada niat karena Allah akan besifat keduniaan semata. Dan apabila perbuatan tersebut diniatkan untuk mencapai keridhaan Allah maka ia akan menjadi aktivitas ketuhanan yang bernilai ibadah dan ukrawi. Sebaliknya walaupun itu ibadah apabila dilakukan bukan untuk mendapatkan keridhaan Allah tapi untuk mendapatkan sanjungan atau berbangga diri maka ia tidak akan bernilai ibadah atau ilahiyah. Oleh sebab itu kriteria untuk mengetahui apakah suatu perbuatan adalah perbuatan ukrawi atau duniawi dapat dilakukan dengan mengetahui niat yang mendahului perbuatan tersebut dan bukan pada jenis perbuatan itu sendiri.
Berhati-hatilah kita dalam meniatkan setiap perbuatan yang kita lakukan, apabila niat dihati kita telah salah walaupun itu merupakan perbuatan baik dan ibadah kepada Allah, ibadah tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa bagi kita. Inilah yang dikatakan dengan perbuatan yang sia-sia. Auzubillahiminzalik. Ya Allah aku berlindung dari ketidak lurusan niatku dalam setiap aktivitas kecuali hanya karena keridhaan Mu semata.